Sejarah Air Asia

Tuesday, September 5th 2017 oleh

sejarah air asia

Tony Fernandes, atau Tan Sir Anthony Francis Fernandes, adalah sebuah nama yang mungkin asing di telinga kita, tapi tdk dgn produknya.Tony Fernandes adalah pendiri sekaligus CEO maskapai @AirAsia, yang sejak 2001 berhasil mewujudkan penerbangan murah di Asia Tenggara.

Airasia adalah sebuah kisah sukses nyata untuk bisnis entrepreneurship #ASEAN yg membawa produk regional ke ranah global. @ASEANCom2015. Sedikit membahas profil produk #Airasia, sekaligus menyorot strategi bisnis dan marketting regional yang dilakukan Toni. Airasia bukanlah satu2nya maskapai berkonsep “low cost carrier” pertama di Asia Tenggara, meski demikian,#Airasia adalah yg tersukses. Sejak didirikan di tahun 2001, Airasia telah mengkoneksikan negara2 #ASEAN dengan memberikan akses mobilisasi pariwisata yg terjangkau.

Pd awalnya, #Airasia baru menawarkan flight domestik di home-based nya di Malaysia dari 2 hubs utamanya Kuala Lumpur dan Johor Bahru. Dua hubs utama itu menghubungkan kota2 di semenanjung Malaysia seperti Sabah, Serawak, dan diperluas ke Thailand dan Indonesia.

Destinasi #Airasia lalu dikembangkan ke FIlipina, Kamboja, Vietnam, dan Brunei. Cakupan non-regional #ASEAN pertama kali dibuka utk Macau. Sbg regional brand Malaysia, #Airasia menguasai 49% joint ventures di Thailand dan Indonesia, yg dicapai dari “tangan dingin” Fernandes.

Kisah Fernandes dalam membangun bisnis maskapai #Airasia dimulai dari mundurnya Toni sebagai Vice President Warner Music regional #ASEAN. Bersama seorang rekannya, Raja Azmi, mereka menciptakan inovasi marketing produk wirausaha yg pada waktu itu dinilai “out of the box”.

Prinsip bisnis yang mereka pegang adalah “pricing is the core of our product”, dan demikianlah maskapai #Airasia diwujudkan. Pricing strategy jd andalan Toni sebagai titik awal marketing produk maskapainya. Toni berani membuat maskapai tanpa complex itinerary.Segmen konsumen yg Toni incar adl masyarakat #ASEAN. Toni memberikan opsi bagi penumpang utk memilih sendiri “service” yg mreka butuhkan

Toni berani bersaing terbuka dengan maskapai #TigerAir milik Singapura dalam advertising media massa. Stateginya tetap pada “pricing”. Pernah dlm sebuah koran lokal Singapura, #TigerAirways menawarkan tiket ke Thailand seharga $1, #Airasia melawan dgn menawarkan $0.49.

Pricing strategy #Airasia didasarkanpd prinsip ekonomi “supply and demand”,Toni melihat relasi antara persaingan pasar dan cost service. Utk menghadapi “consumer demand”, Toni menggunakan strategi “pro-rated fares” yg menguatkan #Airasia pd sistem cash management.

Toni membuat strategi utama “semakin cepat konsumen mem-booking, semakin murah harga yg dibayar, semakin mudah cash flow company diatur”. Toni menyebut sistem ini sebagai “discriminatory pricing”, atau harga yg hanya menguntungkan mereka yg merencanakan dan membooking cepat

Hanya 4 thn setelah #Airasia berdiri, di 2005, #Airasia telah dinobatkan sbg maskapai termurah dgn tingkat popularitas yg semakin naik. Penggunaan reservasi online, tanpa cetak tiket, secondary airports, point-to-point, short haul operations, no in-flight entertainment.

Pemilihan pesawat Boeing 737-300 yg bagus dan simple, single class cabin, no frills service, dan payment smua staffs yg tak jauh gap-nya. Toni menganggap pasar #ASEAN tetap menjadi prioritas produk #Airasia nya, karena dia yakin 700 juta orang di #ASEAN adl pasar terbaiknya.

Sebelum #AEC2015 direncanakan, Toni telah memiliki konsep #ASEAN tourism market, dgn mensurvei potensi wisata, dan membuka jalur flight. Toni memiliki agenda utama ketika #AEC2015 mulai diresmikan, dengan adanya #ASEAN Open Skies Policy, Toni mengajukan “common ownership”

Dlm “common ownership”, perusahaan dari negara #ASEAN, berhak memiliki 100% saham perusahaan negara lain, yg msh bergabung dlm #ASEAN. Target Toni, misalnya memiliki 100% saham perusahaan aviasi di Filipina, karena ia melihat negara kepulauan itu sbg potensi besar wisata.

Toni, di dalam sebuah wawancara, menyayangkan bahwa konsep entrepreneurship masih sulit dijalankan di beberapa negara #ASEAN. Menurut Toni, hal ini disebabkan karena pemerintah menguasai semua sumber daya dan potensi usaha yg seharusnya bisa dikembangkan bersama.

Negara2 #ASEAN, seharusnya memiliki pemerinta yg “memfasilitasi” bisnis, bukan “ada di dalam” bisnis. Toni menmberikan training dasar karyawannya ttg nilai dasar #ASEAN, yang ia sebut sebagai “Airasia All-Stars”. Seorang karyawan #Airasia harus mengutamakan perusahaan, baru kewarganegaraannya. Tidak ada perbedaan budaya utk bekerja sama dlm #ASEAN

Utk melatih kesadaran regional, Toni mendirikan “departemen budaya” utk training staff, sebagai target integrasi penyatuan budaya. Diversity dalam arsitektur dan festival di #ASEAN menjadi target promosi Toni selanjutnya utk memasarkan #Airasia di Amerika dan Eropa.

#ASEAN membutuhkan Asia Tenggara sebagai landasan sejarah dan budaya, untuk kemudian dikembangkan ke ranah kerjasama ekonomi dan politik. Toni melihat peluang Asia Tenggara dalam variasi potensi budaya dan daya tarik pariwisatanya. Yg dibutuhkan untuk memulai wirausaha adl:

Satu, model ekonomi yang tepat. Toni bermain dlm “harga” dan memilih strategi “discrimination pricing” sbg andalan marketing produknya.
Dua, tepat untuk memilih produk yang pasar inginkan dan butuhkan. Dalam #ASEAN market, sektor pariwisata akan menjadi tren utama ekonomi
Tiga, tawarkan opsi-opsi konsumsi bagi para konsumer. Dengan mengenalkan rute wisata baru dari budaya #ASEAN, flight Airasia sll penuh.
Empat, memberikan “brand” yang lekat dengan budaya lokal/regional. Dalam memasarkan brand #Airasia, Toni melekatkan budaya “Asia”.
Lima, memasarkan “brand” dengan identitas keunikan. #Airasia unik, karena “berani” untuk tidak mengikuti “aturan main” aviasi yg standar
Enam, berikan pelatihan staff yang terfokus pada “peleburan” budaya. Toni berkata, cultural barrier adl ancaman disintegrasi terbesar.
Terakhir, jgn fokus pada penumpukan profit, tapi pada ekspansi brand produk. Hari ini, #Airasia telah melayani 65 destinasi di 18 negara
Toni Fernandes, bukan hanya seorang entrepreneur #ASEAN, tetapi juga leader sekaligus marketer yang unggul. Kisahnya menginspirasi.

Demikian kisah Toni Fernandes dan produk wirausaha di bidang aviasi, #Airasia, beserta strategi entrepreneurshipnya. Now Everyone can Fly!

Thank’s @Aynad_My yang udah share ilmunya.

  1. »
  2. »
  3. Sejarah Air Asia
Bagikan :
NavakaShop Logo
Tetap Update! Like » Facebook Fans Page « untuk selalu mendapatkan berita menarik dan info produk terbaru dari kami

DamarAji - Catatan harian DamarAji
©2017 DamarAji